Skripsi S1 Andy Wahyudi Departemen Biokimia Institut Pertanian Bogor Tahun 2009
Penelitian bertujuan untuk mempelajari lebih jauh regulasi kolesterol dalam hati dengan melihat efek dari pemberian makanan kaya kolesterol dan lemak terhadap konsentrasi kolesterol hati, rata-rata konsentrasi kolesterol darah, dan efek inhibisi formula jati belanda sebagai calon obat fitofarmaka dan lovastatin sebagai obat antikolesterol. Kelinci yang digunakan sebanyak 32 ekor dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal yang diberi pakan standar, kelompok hiperlipidemia dengan pakan kolesterol, kelompok ekstrak diberi pakan kolesterol dan formula daun jati belanda, dan kelompok lovastatin diberi pakan kolesterol dan lovastatin. Pemberian perlakuan dilakukan selama 8 minggu dan pada minggu terakhir dilakukan analisis konsentrasi kolesterol hati.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian pakan kolesterol dapat meningkatkan konsentrasi kolesterol hati sebesar 44.38 mg/g atau 6.36 kali lebih besar dari konsentrasi normalnya (6.97 mg/g). Konsumsi 1 mg kolesterol tiap harinya akan meningkatkan kolesterol hati sebesar 73.1 mg/g dengan R-Square 47.5%. Sedangkan konsumsi 1 mg lemak tiap harinya akan meningkatkan kolesterol hati sebesar 4.69 mg/g dengan R-Square 47.8%. Konsentrasi kolesterol hati pada kelompok ekstrak dan lovastatin adalah 34.58 mg/g dan 31.66 mg/g. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis, kolesterol hati kedua kelompok ini sama dengan kolesterol hati kelompok hiperlipidemia, sehingga dapat dikatakan formula daun jati belanda dan lovastatin belum dapat mencegah kenaikan konsentrasi kolesterol hati.
0 comments:
Poskan Komentar